Kamis, 04 September 2014

21 JULI 1947  Agresi Militer Belanda I
 Artinya Belanda menyerang Wilayah RIS
Akibat agresi Militer Belanda I di dunia Internasional
Ø Belanda mendapat kecaman keras dari Dunia Internasional
Ø India dan Australia mengajukan Resolusi ke Dewan Keamanan PBB, agar masalah Indonesia- Belanda dibahas di Dewan Keamanan PBB
Ø PBB membentuk Komisi Jasa Baik / Comitee of Good Offices dengan nama  Komisi Tiga Negara ( KTN).............( Australia, Belgia, AS)
Indonesia memilih Australia sebagai anggota KTN, Belanda memilih  Belgia, dan Dewan keamanan PBB menunjuk AS.
KTN memutuskan utk segera mengadakan perundingan ( Perundingan Renville)
Des’47- Jan’48  PERUNDINGAN RENVILLE , Diprakarsai oleh KTN di atas kapal Renville (AS)
Delegasi Indonesia diwakili : PM Amir Syarifuddin
Hasil : sangat Merugikan Indonesia.
Ø  Wilayah indonesia dikurangi Garis Van Mook ( Yaitu wilayah RIS dikurangi daerah-daerah yang diduduku Belanda dalam Agresi Militer I
Ø  Belanda membentuk negara Federal (BFO) al : Negara Pasundan, Negara Jawa Barat...dll, tujuannya untuk memecah belah kesatuan RI
Akibat Perundingan Renville bagi bangsa Indonesia :
·         Kabinet Amir Syarifuddin jatuh,digantikan Kabinet Hatta (Kelak karena hal ini  Amir Syarifuddin melakukan pemberontakan yang dikenal dgn Pemberontakan PKI Madiun )
·         Wilayah Indonesia semakin berkurang
Belanda kembali lagi mengingkari Hasil perundingan renville dan menyerang wilayah RI
19 Maret 1948  Agresi Militer Belanda II
Akibat agresi Militer Belanda II
®   Ibu kota RI (Jogjakarta) dikuasai Belanda
®   Presiden,wakil Presiden, dan menteri kabinet ditawan Belanda.
(Presiden Soekarno diasingkan di Prapat Sum-Ut, Wapres Hatta ditawan di Bangka )
Namun pemerintah sempat memberi mandat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) di Bukittinggi, Sumatera Barat ,hal ini membuktikan pada dunia Internasional bahwa Pemerintahan RI masih ada..
Reaksi Bangsa Indonesia dan dunia Internasional
Ø  Perlawanan Fisik , 1 Maret 1949 Melakukan   SERANGAN OEMOEM  1 MARET  dipimpin oleh Letkol Soeharto bekerjasama dengan Sultan HB IX, Utk menunjukkan pada Dunia Internasional bahwa TNI masih ada.TNI  berhasil menguasai Jogjakarta selama 6 Jam.
Ø  Belanda mendapat kecaman keras Dunia Internasional, Bahkan AS yang sebelumnya selalu berpihak pd Belanda, berubah sikap mengancam Belanda
Ø  Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi agar  Indonesia-Belanda menghentikan operasi militer dan mengadakan perundingan.
Ø  Komisi Tiga Negara (KTN) diubah namanya menjadi UNCI (United Nations Commisions for Indonesia) untuk memprakarsai perundingan berikutnya
                                                                      
17 April – 7 Mei 1949   PERUNDINGAN  ROEM – ROIJEN
  Diprakarsai oleh UNCI   (wakil : Merle Cohran)
Delegasi Indonesia: Moh. Roem    Belanda : Van Roijen
            .                                                       
   Hasil Perundingan :
1.  Pemulihan pemerintahan RI, Tawanan dibebaskan
2.  RI bagian dari Negara Indonesia Serikat (NIS)
3.  Akan diadakan Perundingan Meja Bundar (KMB)
Pada saat itu Situasi dalam negeri Indonesia sedang kacau karena Pemberontakan PKI Madiun dan DI/ TII
                           Foto Eksekusi Pemimpin DI/TII KartoSoewirjo
KONFRENSI  INTER -  INDONESIA
Sebelum diadakan KMB,  RI melakukan pendekatan dengan negara-negara Federal  utk menentukan sikap bersama dalam menghadapi Belanda di  KMB
Agst – 2 November 1949 : KONFRENSI MEJA BUNDAR (KMB)
 RI : Moh. Hatta , BFO : Sultan Hamid II  ,Belanda : Van Marseveen , Mediator :  UNCI
    
Hasil  :   PIAGAM  PENGAKUAN  KEDAULATAN
1.               Kerajaan belanda mengakui Kedaulatan RI secara de facto dan de jure  (akibatnya maka Belanda harus keluar dari RI )
2.               Wilayah RIS terdiri atas 15 negara bagian/federal
3.               Masalah Irian Barat ditangguhkan 1 tahun setelah kedaulatan RIS
4.               Indonesia harus mengganti kerugian akibat perang.
27 Desenber 1949 – BELANDA  SECARA  RESMI  MENGAKUI  KEDAULATAN   RI
Penandatanganan Piagam Pengakuan Kedaulatan dilakukan di dua tempat secara besamaan
Di Belanda : Ratu Juliana  - Moh. Hatta
Di Indonesia  : Lovink  - Sultan HB IX

Rabu, 03 September 2014

  • Pada tanggal 15 September 1945 sekutu masuk ke Indonesia dan membonceng NICA ( Belanda ) yang bertujuan untuk menjajah kembali Bangsa Indonesia sehingga terjadi: 1. Pertempuran Lima Hari di Semarang. 2. Pertempuran Medan Area. 3. Pertempuran 10 November di Surabaya. 4. Pertempuran Ambarawa. 5. Bandung Lautan Api. 6. Puputan Margarana di Bali.
  • Pertempuran Lima Hari di Semarang Pertempuran di Semarang terjadi pada tanggal 15-20 Oktober 1945. Pertempuran ini berawal dari pemindahan 400 orang tentara Jepang dari Cepiring ke Semarang yang dikawal oleh polisi Indonesia. Dalam perjalanan tentara Jepang melucuti Polisi Indonesia kemudian mereka bergabung dengan pasukan Jepang lainnya Kidobutai yang dipimpin Mayor Kido. Pertempuran besar- besaran terjadi di Simpang Lima, Semarang. Dalam pertempuran yang dipimpin Letkol Moh. Sarbini, gugur Dr. Karyadi kepala Laboratorium Rumah Sakit Semarang sebagai kusuma bangsa.
  • Pertempuran Medan Area Pertempuran ini berawal dari penghinaan orang Belanda(didukung Sekutu terhadap sebuah lencana Merah Putih). Akibatnya rakyat Medan marah dan terjadilah pertempuran pada tanggal 13 Oktober 1945. Rakyat Medan dipimpin Gubernur Sumatra Mr. Teuku Muhammad Hasan dan di bantu Ahmad Tahrir pemimpin Barisan Pemuda Indonesia menggempur tentara Sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjen T.E.D. Kelly. Pertempurain ini mencapai puncaknya pada tanggal 10 Desember 1945.
  • Pertempuran 10 November di Surabaya Pertempuran Surabaya berawal dari tewasnya Panglima Tentara Sekutu Mayjen A.W.S. Mallaby dalam sebuah insiden dengan Arek-arek Surabaya di depan gedung bank Internatio. Dengan sangat menghina bangsa Indonesia, bunyinya: seluruh pemimpin Republik Indonesia di Surabaya harus menyerahkan senjatanya dan harus menyerahkan diri dengan tangan diangkat di depan markas Sekutu paling lambat tanggal 10 November 1945 pukul 06.00 Waktu Indonesia Barat. Gubernur Jawa Timur R. M. Suryo sebagai kepala pemerintahan Jawa Timur menolak ancaman tersebut. Akhirnya pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya digempur pasukan Sekutu dari berbagai arah. Arek-arek Surabaya di bawah pimpinan Gubernur Jawa Timur Suryo, Bung Tomo dan Sungkono bangkit menghadapi gempuran Sekutu. Peristiwa 10 November 1945 tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan.
  • Pertempuran Ambarawa Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November-15 Desember 1945. Awal kejadiannya ketika secara sepihak pasukan Sekutu dipimpin Brigjen Bethel membebaskan interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa. Tindakan Sekutu mendapat perlawanan Tentara Republik Indonesia (TKR) dan rakyat yang dipimpin Mayor Sumarto. Dalam pertempuran ini gugur Letkol Isdiman. Di bawah pimpinal Koloner Soedirman, Ambarawa berhasil direbut pada tanggal 15 Desember 1945. Untuk mengenang peristiwa tersebut dibangunlah Palagan Ambarawa. Selanjutnya tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari infantry.
  • Bandung Lautan Api Peristiwa Bandung Lautan Api berawal dari tuntutan Sekutu yang dipimpin oleh Kolonel Mac Donald agar Kota Bandung dikosongkan demi keamanan. Rakyat tidak sudi menyerahkan darah tersebut kepada Sekutu. Akhirnya di bawah pimpinan Letkol Aruji Kartawinata, rakyat dan Tentara Republik Indonesia (TRI) sepakat untuk membakar kota Bandung daripada dikuasai musuh. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 23 Maret 1946, sementara itu di Dayeuhkolot (Bandung Selatan) Mohammad Toha dan Ramdan berhasil meledakkan gudang mesiu milik Belanda meskipun beliau berdua gugur bersamaan dengan meledaknya gudang mesiu tersebut.
  • Puputan Margarana di Bali Puputan margana terjadi ketika Belanda mendatangkan pasukannya di Bali dalam rangka menegakkan berdirinya Negara Indonesia Timur. Kedatangan pasukan Belanda tersebut disambut dengan perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Letkol I Gusti Ngurah rai. Karena perlawanan tidak seimbang I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk melakukan perlawanan secara habis-habisan atau puputan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 November 1946.
  • B. Perjuangan Diplomasi 1. PERJANJIAN LINGGARJATI 2. PERJANJIAN RENVILLE 3. PERJANJIAN ROEM-ROYEN 4. KONFERENSI MEJA BUNDAR 5. Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) 6. Konferensi Inter Indonesia (KII)
  • Perjanjian Linggarjati Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947. Perjanjian linggarjati atau Perundingan Linggar Jati adalah Diplomasi Sejarah Indonesia Nasional Antara Republik Indonesia dengan Belanda, dimana Perjanjian linggar jati adalah suatu perjanjian yang dilakukan antara Sutan Sahmi dari pihak Indonesia dengan Dr.H.J. Van Mook dari pihak pemerintah Belanda. Kesepakatan linggar jati yang berlangsung selama 4 (empat) hari disepakati di sebuah desa linggar jati di daerah Kabupaten Kuningan.
  • Hasil perundingan tertuang dalam 17 pasal. 4 (Empat) isi pokok pada perundingan linggar jati adalah : 1. Belanda mengakui secara defacto wilayah RI / Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. 2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 januari 1946. 3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat atau RIS. 4. Dalam bentuk RIS indonesia harus tergabung dalam Commonwealth / Uni Indonesia Belanda dengan mahkota negeri Belanda debagai kepala uni. Ternyata Belanda menghianati isi perjanjian tersebut dan melakukan Agresi Militer I tanggal 21 Juni 1947 sehingga mendapat reaksi PBB. Penghentian tembak menembak dilakukan tanggal 1 Agustus 1947 dan DK PBB membentuk KTN yang anggota-anggotanya : 1. Australia ( Wakil Indonesia ) : Richard Kirby 2. Belgia ( Wakil Belanda ) : Paul Van Zeeland 3. USA ( Penengah ) : Dr. Frank Graham
  • Perjanjian Renville Atas usulan KTN (Komisi 3 Negara) pada tanggal 8 Desember 1947 dilaksanakan perundingan antara Indonesia dan Belanada di atas kapal renville yang sedang berlabuh di Jakarta. Delegasi Indonesia terdiri atas perdana menteri Amir Syarifudin, Ali Sastroamijoyo, Dr. Tjoa Sik Len, Moh. Roem, Haji Agus Salim, Narsun dan Ir. Juanda. Delegasi Belanda terdiri dari Abdulkadir Widjojoatmojo, Jhr. Van Vredeburgh, Dr. Soumukil, Pangran Kartanagara dan Zulkarnain. Ternyata wakil- wakil Belanda hampir semua berasala dari bangsa Indonesia sendiri yang pro Belanda. Dengan demikian Belanda tetap melakukan politik adu domba agar Indonesia mudah dikuasainya.
  • Setelah selesai perdebatan dari tanggal 8 Desember 1947 sampai dengan 17 Januari 1948 maka diperoleh hasil persetujuan damai yang disebut Perjanjian Renville. Pokok-pokok isi perjanjian Renville, antara lain sebagai berikut : 1. Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia samapi kedaulatan Indonesia diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat yang segera terbentuk. 2. Republik Indonesia Serikat mempunyai kedudukan yang sejajar dengan negara Belanda dalam uni Indonesia-Belanda. 3. Republik Indonesia akan menjadi negara bagian dari RIS 4. Sebelum RIS terbentuk, Belanda dapat menyerahkan sebagain kekuasaannya kepada pemerintahan federal sementara. 5. Pasukan republik Indonesia yang berda di derah kantong haruns ditarik ke daerah Republik Indonesia. Daerah kantong adalah daerah yang berada di belakang Garis Van Mook, yakni garis yang menghubungkan dua derah terdepan yang diduduki Belanda.
  • Perjanjian Renville ditandatangani kedua belah pihak pada tanggal 17 Januari 1948. kerugian yang diderita Indonesia dengan penandatanganan perjanjian Renville adalah sebagai berikut : 1. Indonesia terpaksa menyetujui dibentuknya negara Indonesia Serikat melalaui masa peralihan. 2. Indonesia kehilangan sebagaian daerah kekuasaannya karena grais Van Mook terpaksa harus diakui sebagai daerah kekuasaan Belanda. 3. Pihak republik Indonesia harus menarik seluruh pasukanya yang berda di derah kekuasaan Belanda dan kantong-kantong gerilya masuk ke daerah republic Indonesia.
  • Perjanjian Roem-Royen Tepat pada pukul 17.00 tanggal 7 Mei 1949 telah tercapai suatu persetujuan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda yang disebut “Persetujuan Roem-Royen”. Persetujuan Roem- Royen merupakan salah satu peristiwa penting dari serangkaian perundingan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia menuju pengakuan kedaulatan dalam Konferensi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1949.
  • Persetujuan Roem-Royen diawali dengan perundingan RI- Belanda pada tanggal 17 April 1949 atas inisiatif Komisi PBB untuk Indonesia. Perundingan diadakan di Hotel Des Indes Jakarta dipimpin oleh Merle Cochran. Delegasi Indonesia diketuai oleh Mr. Moh. Roem dan Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai wakil ketua. Anggota-anggotanya, yaitu dr. Leimena, Ir. Djuanda, Prof. Dr. Mr. Supomo, Mr. Latuharhary, dan disertai oleh lima orang penasihat. Adapun Belanda dipimpin oleh Dr. J.H. van Royen dengan anggota-anggota: Mr. N.S. Blom, Mr. A. Jacob, Dr. J.J. van der Velde, dan empat orang penasihat.
  • Delegasi RI dalam pidatonya menuntut agar perundingan ini lebih dahulu menyetujui pengembalian pemerintah RI ke Yogyakarta setelah itu baru akan dibahas mengenai soal-soal lainnya. Pihak Belanda bersedia mendahulukan perundingan mengenai syarat-syarat untuk kemungkinan kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta, namun tiap kewajiban yang mengikat yang mungkin timbul dalam perundingan harus ditunda hingga dicapainya kesepakatan tentang penghentian perang gerilya dan perjanjian pelaksanaan KMB. Kesepakatan akhirnya dicapai pada tanggal 7 Mei 1949. Ketua Delegasi Indonesia Mr. Moh. Roem atas nama Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta menyatakan kesanggupan untuk memudahkan : Pengeluaran perintah kepada “pengikut RI yang bersenjata” untuk menghentikan perang gerilya, Kerja sama dalam hal pengembalian perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan, Turut serta dalam KMB di Den Haag dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh-sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat.
  • Ketua Delegasi Belanda Dr. van Royen selanjutnya membacakan pernyataan yang antara lain berisi : 1. Delegasi Belanda menyetujui pembentukan satu panitia bersama di bawah pengawasan Komisi PBB dengan tujuan untuk : mengadakan penyelidikan dan persiapan yang perlu sebelum kembalinya pemerintah RI. 2. mempelajari dan memberikan nasihat tentang tindakan yang diambil dalam melaksanakan penghentian perang gerilya dan kerja sama mengembalikan perdamaian serta menjaga keamanan dan ketertiban. 3. Pemerintah Belanda setuju bahwa pemerintah RI harus bebas dan leluasa melakukan jabatan sepatutnya dalam satu daerah meliputi Keresidenan Yogyakarta. Pemerintah Belanda membebaskan tidak bersyarat pemimpin-pemimpin Indonesia dan tahanan politik yang tertangkap sejak tanggal 19 Desember 1948. 4. Pemerintah Belanda menyetujui RI sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat (NIS). Konferensi Meja Bundar di Den Haag akan dilaksanakan secepatnya setelah pemerintah RI dikembalikan ke Yogyakarta. Pada konferensi tersebut diadakan pembicaraan tentang bagaimana cara-cara mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh-sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat (NIS).
  • Konferensi Meja Bundar (KMB) KMB dilaksanakan di DENHAAG ( Negeri Belanda ) pada tanggal 22 Agustus 1949 sd 29 Oktober 1949 dengan hasil keputusan : 1. Belanda menyerahkan kedaulatan RI kepada RIS 2. Antara RIS dan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia- Belanda yang dikepalai oleh ratu Belanda 3. Tentara Belanda akan ditarik mundur dan tentara KNIL akan dibubarkan 4. Masalah Irian Barat akan dibicarakan setahun setelah penyerahan kedaulatan. Pada tanggal 27 Desember 1949 dilakukan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada RIS yang wilayahnya bekas kekuasaan Belanda tanpa Irian Barat.
  • Penyerahan kedaulatan dilakukan di tiga tempat antara lain : 1.Amsterdam dilakukan oleh Ratu Belanda kepada PM RIS 2.Yogyakarta dilakukan oleh Pemerintah RI pada pemerintah RIS 3.Jakarta dilakukan oleh Wakil Tinggi Mahkota Belanda kepada RIS Pembentukan Negara RIS ( 16 negara bagian ) berdasarkan isi KMB ternyata tidak disetujui oleh masyarakat Indonesia dan dengan tegas mereka menuntut dibubarkannya RIS dan kembali pada Negara Kesatuan RI mengingat Bahasa, bendera maupun hari Nasional sama dengan RI. Berdasarkan hasrat dan desakan Rakyat Indonesia maka pada tanggal 17 Agustus 1950 RIS dibubarkan dan dibentuk NKRI dan saat itu juga Konstitusi RIS diganti dengan UUD Sementara RI dan bangsa Indonesia segera memasuki era baru yaitu Demokrasi Liberal. 

Selasa, 20 Mei 2014

PENGEMBANGAN KEGIATAN EXSCHOOL OLAH RAGA
SMA NEGERI 1 SIANTAR

I. Latar Belakang
Pendidikan jasmani olah raga bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani ketrampilan gerak, ketrampilan berpikir kritis, ketrampilan, sosial, stabilitas emosional tindakan moral aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih. Hal tersebut dilakukan melalui aktifitas jasmani, olah raga, dan kesehatan terpilih, yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Peranan olah raga dalam peningkatan kesehatan siswa pembinaan mental maupun watak semakin lama semakin memegang peranan penting dalam kesehatan olah raga, bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup  (lifestyle) masyarakat Indonesia. Melalui berbagai prestasi olah raga untuk dapat berprestasi maksimal dalam even –even kejuaraan nasional maupun internasional.        
Diluar itu cabang olah raga, futsal, dan volly telah menjadi olah raga yang sangat populer di Indonesia selang beberapa dasawarsa keduanya bahkan telah berkembang sangat pesat di Indonesia. Dalam kenyataannya banyak kendala yang dihadapi dalam pengembangan olah raga ini. satu yang mendasar adalah terbatasnya pembelajaran dasar kepada para siswa dan kurangnya pengarahan tentang baik dan pentingnya berolahraga.

II. Pengembangan Kegiatan Olah Raga

            Tahun ini adalah tahun yang baik untuk semakin mengembangkan kegiatan exschool di sekolah ini mengingat semakin banyak siswa-siswi yang memiliki minat untuk berolahraga. Namun jika melihat sekilas ke belakang, memang cukup memprihatinkan. Mengingat sedikinya minat siswa-siswi yang mau mengikuti kegiatan seperti ini, makan di sini kami sebagai seksi olahraga (OSIS) di SMA Negeri 1 Siantar ingin mengembangkan dan memajukan kegiatan olahraga di sekolah ini agar lebih baik dan dapat membanggakan semua warga sekolah melalui prestasi para siswa-siswi SMA Negeri 1 Siantar.


III. Maksud dan Tujuan

Proposal ini kami ajukan untuk mendapat persetujuan dan sekaligus sebagai guru pembina dari pihak sekolah dalam hal ini kepada bapak guru bidang olahraga agar sedianya mau menyetujui kegiatan exschool ini.
Adapun kegiatan yang kami ajukan adalah: olahraga volly dan futsal.
Berikut rincian dari program ini:

·         Calon Anggota kegiatan : Kelas X dan XI
·         Jadwal Latihan                : Senin - Kamis pukul 15:00 s/d 17:00 WIB

IV. Manfaat

Dilakukannya kegiatan exschool ini
·         Akan membantu mengharumkan nama sekolah nantinya apabila kegiatan ini sudah dilakukan nantinya dengan baik dan serius.
·         Membuat sekolah ini akan lebih diminati para calon siswa melihat adanya exscool ini.
·         Para siswa pun akan semakin sehat dan bugar bersamaan dengan pola pikir mereka yang semakin baik.
·         Merupakan wadah pembinaan olah raga sekaligus squad tim Sekolah

V. Lokasi Pengembangan
Kompleks SMA Negeri 1 Siantar








VI. Penanggung Jawab

            Di sini kami sangat membutuhkan penanggung jawab, karena menurut kami dalam setiap kegiatan pasti ada kendala yang akan di hadapi. Kami memohon sekiranya bapak guru bersedia sebagai pembimbing kegiatan exschool kami ini. Adapu bapak guru yang kami minta permohonan kesediannya:




Rikki Simanjuntak                                                                  Ilham Syahputra


            (ttd)                                                                                         (ttd)






   Antoni Panjaitan                                                                  Sunaryanto Barus


                        (ttd)                                                                                         (ttd)


Demikian kami sampaikan permohonan ini semoga dapat menjadi awal yang baik dalam pembinaan olahraga di SMA Negeri 1 Siantar.

Minggu, 18 Mei 2014



PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA OLAH RAGA
SMA NEGERI 1 SIANTAR

I. Latar Belakang
Pendidikan jasmani olah raga bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani ketrampilan gerak, ketrampilan berpikir kritis, ketrampilan, sosial, stabilitas emosional tindakan moral aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih. Hal tersebut dilakukan melalui aktifitas jasmani, olah raga, dan kesehatan terpilih, yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Peranan olah raga dalam peningkatan kesehatan masyarakat pembinaan mental maupun watak semakin lama semakin memegang peranan penting dalam kesehatan olah raga, bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup  (lifestyle ) masyarakat Indonesia. Melalui berbagai prestasi olah raga untuk dapat berprestasi maksimal dalam even –even kejuaraan nasional maupun internasional.           
Diluar itu cabang olah raga, sepak bola, tenis meja dan volly telah menjadi olah raga yang sangat populer di Indonesia selang beberapa dasawarsa keduanya bahkan telah berkembang sangat pesat di Indonesia. Dalam kenyataannya banyak kendala yang dihadapi dalam pengembangan olah raga ini. satu yang mendasar adalah terbatasnya jumlah lapangan yang ada dan peralatan yang tersedia, menyebabkan kegiatan yang seharusnya dapat menjadi pijakan dalam awal rangkaian pembinaan olah raga ini menjadi terhambat.







II. Urgensi Pembangunan Sarana Olah Raga

Tahun 2014 adalah tahun yang cukup memperihatinkan, melihat keadaan lapangan sepakbola dan volly yang kurang lengkap dan peralatan tenis meja yang tidak lengkap untuk di gunakan para siswa. lapangan sepak bola satu-satunya di sekolah keadaannya kurang baik. Rumput yang tidak tumbuh rata membuat para siswa sulit mengembangkan kemampuannya. Perbaikan lapangan selama ini tidak sempurna karena hanya dilakukan pemotongan rumput saja dan tidak di perhatikan keadaan rumputnya. Bola volley yang keadaannya sudah rusak juga membuat kemampuan para siswa sulit terasah. Begitupun pada keadaan dad tenis meja yang tinggal 2 saja mengganggu kegiatan olahraga para siswa. Keberadaan lapangan olah raga dan peralatan yang memadai dapat menjadi penunjang kegiatan pendidikan sekaligus bagian dari sarana dan prasarana pengembangan potensi dan kreatifitas pemuda dan pendidikan di SMA Negeri 1 Siantar.









III. Maksud dan Tujuan

Proposal ini kami ajukan untuk mendapat dukungan dan bantuan dari pihak sekolah dalam hal ini kepada bapak kepala sekolah berupa dana bantuan sosial untuk melaksanakan kegiatan peningkatan sarana / lapangan olah raga beserta peralatan olahraga yaitu bad, bola volly dan bola kaki  di SMA Negeri 1 SiantarKabupaten Simalungun.

IV. Manfaat

Keberadaan lapangan yang layak di SMA Negeri 1 Siantar diharapkan mebawa manfaat antara lain :
1. Bagi pendidik atau peserta didik teutama pemuda bermanfaat sebagai sarana penunjang pembinaan sepak bola dan volly
2. Merupakan wadah pembinaan olah raga sekaligus squad tim Sekolah

V. Lokasi Pembangunan
Lapangan SMA Negeri 1 Siantar

VI. Perencanaan Fisik
Pembangunan sarana / lapangan olah raga SMA Negri 1Siantar terdiri dari :
1. Pengukuran tanah lapang standar
2. Perbaikan rumput


VII. Konsep Pengerjaan
Pembangunan sarana olah raga diatas dilaksanakan secara swakelola
menggunkaan dana swadana serta dana bantuan dari Komite Sekolah.

VIII. Rencana Anggaran Biaya
Dana yang dibutuhkan :
1. Pengerjaan Lapangan  dan sarana pendukung
2. Membeli alat perlengkapan olahraga ( 2 buah bad, 2 buah bola volley dan 1 buah bola kaki)


IX. Penutup

Demikian semoga dapat menjadi awal yang baik dalam pembinaan olah
raga di SMA Negeri 1 Siantar.